Rabu, 25 Januari 2017

Teater IMAX Keong Emas

Teater (bahasa Inggris: theater atau theatre, bahasa Perancis théâtre, kata teater sendiri berasal dari kata theatron (θέατρον) dari bahasa Yunani, yang berarti "tempat untuk menonton"). Teater adalah istilah lain dari drama, tetapi dalam pengertian yang lebih luas, teater adalah proses pemilihan teks atau naskah, penafiran, penggarapan, penyajian atau pementasan dan proses pemahaman atau penikmatan dari public atau audience (bisa pembaca, pendengar, penonton, pengamat, kritikus atau peneliti). Proses penjadian drama ke teater disebut prose teater atau disingkat berteater. Teater bisa diartikan dengan dua cara yaitu dalam arti sempit dan dalam arti luas. Teater dalam arti luas adalah sebagai drama (kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas, disaksikan orang banyak dan didasarkan pada naskah yang tertulis). Dalam arti sempit, teater adalah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak contohnya wayang orang, ketoprak, ludruk dan lain-lain.



Teater Imax Keong Emas berbentuk keong raksasa, merupakan tempat pemutaran dan pertunjukan film khusus dengan teknologi canggih, didirikan atas prakarsa lbu Tien Soeharto, dan mulai dioperasikan pada tanggal 20 April 1984.
Gedung teater yang sangat khas ini dimaksudkan sebagai sarana rekreasi yang mendidik guna memperkenalkan kekayaan alam dan budaya bangsa melalui tanyangan film layar raksasa dengan menggunakan kecanggihan teknologi sinematografi modem Proyektor IMAX. Menonton film di teater ini, penonton serasa ikut berada di dalamnya dan ikut pula berperan sebagai pemain.
Teknologi film imax menunjukkan kecanggihan dan kemampuannya untuk menimbulkan daya tarik kuat yang membuat penonton berdecak kagum. Beberapa film tersedia untuk diputar, antara lain film Indonesia Indah I, Indonesia Indah II (Anak-anak Indonesia), Indonesia Indah III (Indonesia Untaian Manikam di Khatulistiwa), dan Indonesia Indah IV (Aku Bangga Menjadi Anak Indonesia). Semuanya menunjukkan keindahan lingkungan, kekayaan alam, dan keragaman budaya Indonesia.


Dalam perkembangan selanjutnya pemutaran film tidak hanya menampilkan film-film seri Indonesia Indah saja, namun juga diselingi pemutaran film-film impor yang bernuansa pendidikan dengan tema-tema hiburan, ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tema-tema lingkungan hidup. Sejak tahun 1984 Teater Imax Keong Emas telah memutar 20 judul film impor dengan masa sewa antara 1 dan 2 tahun. Film-film itu antara lain To Fly, Speed, Blue Planet, The Living Sea, Forces of Nature, T-Rex, The First Emperor of China, Island Adventure, dan Mistic India. Pada tahun 2004, teater ini mampu meng-upgrade sistem dan sekaligus memutar film IMAX DMR (Digital Re-Mastering), yakni teknologi revolusioner yang memungkinkan transfer film laga format 35 mm ke dalam IMAX EXPERIENCE 70 mm.

Posisi Keong Emas pada peta TMII

Gambar denah lantai bawah:


Gambar denah lantai atas :


Pada denah Keong Mas dapat kita lihat terdapat hall yang besar berbentuk lingkaran yang di fungsikan sebagai tempat untuk bioskop. Di dalam bioskop tersebut biasanya film yang diputarkan berasal dari luar negeri. Jumlah lantai keong mas terdiri dari lantai atas dan lantai bawah. Bentuk dari bangunan menyerupai keong mas dimana bentuk tersebut diambil dari sebuah cerita lakon cerita panji.

Gambar sirkulasi dalam teater :

Sirkulasi vertical pada keong mas saling berhubungan langsung antara lantai atas dan lantai bawah.

Gambar potongan :



Sumber   :
https://id.wikipedia.org/wiki/Teater
https://id.wikipedia.org/wiki/Teater_IMAX_Keong_Emas
http://sisaharch.blogspot.co.id/2011/01/analisis-bangunan-publik-dengan.html

National Hospital

   Definisi Rumah Sakit

Rumah sakit adalah suatu organisasi kompleks yang menggunakan Perpaduan peralatan ilmiah yang rumit dan khusus, yang difungsikan oleh kelompok tenaga terlatih dan terdidik dalam menghadapi masalah-masalah yang berkaitan dengan pengetahuan medic modern untuk tujuan pemulihan dan pemeliharaan kesehatan yang baik.
Rumah Sakit menurut WHO (1957) diberikan batasan yaitu “suatu bagian yang menyeluruh lengkap kepada masyarakat baik kuratif maupun rehabilitativedimana output layanannya menjangkau pelayanan keluarga dan lingkungan rumah sakit juga merupakan pusat pelatihan tenaga kesehatan serta untuk penelitian biososial” .
           Rumah Sakit menurut Mentri Kesehatan RI No. 983/Menkes/per/II/1992  yaitu ” sarana upaya kesehatan dalam menyelanggarakan kegiatan pelayanan kesehatan serta dapat dimanfaatkan untuk pendidikan tenaga kesehatan dan penelitian.” (Hand Book of Instutionl Parmacy Pratice).

Rumah sakit swasta adalah rumah sakit yang dimiliki oleh perusahaan keuntungan atau perusahaan nirlaba dan swasta dibiayai melalui pembayaran untuk layanan medis oleh pasien itu sendiri, oleh penanggung asuransi, atau oleh kedutaan asing. Praktik ini adalah sangat biasa di Amerika Serikat, Perancis dan Australia. Di Inggris, rumah sakit swasta dibedakan jauh lebih lazim dari lembaga Layanan Kesehatan Nasional.
       Fungsi Rumah Sakit
Berdasarkan keputusan Mentri Kesehatan RI No.983/Menkes/per/II 1992 “tugas rumah sakit adalah melaksanakan upaya kesehatan serta berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan upaya penyembuhan dan pemulihan yang di laksanakan secara serasi dan terpadu dengan upaya peningkatan dan pencegahan serta melaksanakan upaya rujukan”.      
Untuk melaksanakan tugas tersebut, rumah sakit memiliki fungsi yaitu:
   a.       Fungsi perawatan
Meliputi promotif (Peningkatan kesehatan), prefentif (Pencegahan penyakit),kuratif (Penyembuhan penyakit), rehabilitataif (Pemulihan penyakit),penggunaan gizi,pelayanan pribadi,dll.

   b.      Fungsi Pendidikan
Critical right (Penggunaan yang tepat meliputi : tepat obat, tepat dosis, tepat cara pemberian, dan tepat diagnosa).

   c.       Fungsi Penelitian 
Pengetahuan medis mengenai penyakit dan perbaikan pelayanan rumah sakit (Depkes RI).
Berikut merupakan tugas sekaligus fungsi dari rumah sakit yaitu : 
    a .       Melaksanakan pelayanan medis tambahan, pelayanan penunjang medis tambahan.
    b .      Melaksanakan pelayanan kedokteran kehakiman.
    c .       Melaksanakan pelayanan medis khusus.
    d .      Melaksanakan pelayanan rujukan kesehatan.
    e .       Melaksanakan pelayanan kedokteran gigi.
    f .       Melaksanakan pelayanan penyuluhan kesehatan.
  g .      Melaksanakan pelayanan rawat jalan atau rawat darurat dan rawat tinggal (Observasi).
    h .      Melaksanakan pelayanan rawat inap.
    i.        Melaksanakan pelayanan pendidikan para medis.
    j .      Membantu pendidikan tenaga medis umum.
    k.      Membantu pendidikan tenaga medis spesialis.
l.           Membantu penelitian dan pengembangan kesehatan.

Klasifikasi Rumah Sakit

      Klasifikasi Rumah Sakit Berdasarkan Kepemilikan
    1.      Rumah Sakit Pemerintah yaitu rumah sakit yang memiliki dan dikelola oleh      pemerintah yang digunakan untuk kepentingan umum.
     2.      Rumah Sakit Swasta yaitu rumah sakit yang dimiliki oleh pribadi atau yayasan    yang berbadan hukum.

     Klasifikasi Rumah Sakit Secara Umum

1. Tipe A
Fasilitas : Pelayanan medis dasar (pelayanan kesehatan yang bersifat Umum dan kesehatan gigi),  spesialistik (bedah, pelayanan bedah, Penyakit dalam, kebidanan, dan kandungan, kesehtan atau THT, kulit dan kelamin, jantung syaraf,gigi dan mulut, paru-paru, orthopedic,jiwa,radiology anastesiologi (pembiusan), patologi anatomi dan kesehatan).Dengan pendalaman tertentu dalam salah satu pelayanan spesialistik yang luas, memiliki lebih dari 1000 kamar tidur.

2. Tipe B
Fasilitas : Pelayanan medis dasar (pelayanan kesehatan yang bersifat umum dan kesehatan gigi), spesialistik (bedah, pelayanan bedah, penyakit dalam, kebidanan dan kandungan, kesehatan atau THT, kulit dan kelamin, jantung, syaraf, gigi dan mulut, paru-paru, orthopedic, jiwa,radiology,anastesiology (pembiusan), patology anatomi, dan kesehatan dengan pendalaman tertentu dalam salah satu pelayanan spesialistik), yang terbatas memiliki kamar tidur.

3. Tipe C
Fasilitas : Pelayanan medis dasar (pelayanan kesehatan yang bersifat umum dan kesehatn gigi) memilki 100-500 kamar tidur.

4. Tipe D
Fasilitas : Pelayanan dasar (pelayanan kesehatan yang bersifat umum dan gigi)

5. Tipe E

Fasilitas : Hanya memiliki fasilitas kesehatan di bidang tertentu.


National Hospital




National Hospital adalah rumah sakit yang didirikan dibawah dua gabungan perusahaan besar, yaitu:

PT. Istana Mobil Surabaya Indah anak perusahaan
PT. Istana Kemakmuran Motor dan
PT. Grande Family View anak perusahaan
PT. Intiland. Tbk melalui
PT. Surabaya Jasa Medika

 National Hospital merupakan sebuah layanan kesehatan yang berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik dengan ketulusan hati. Didukung dengan adanya teknologi yang canggih dan tata ruang yang ramah lingkungan, National Hospital selalu mengedepankan kebutuhan dan kenyamanan.
Dikepalai oleh :
dr.Hans Wijaya, MM, CIA
Selaku CEO National Hospital



Didampingi oleh direksi-direksi National Hospital

(Dari kiri) Bpk. Denny. S, Direktur Marketing dan Administrasi, Bu Jenny, Direktur Keperawatan, dan dr. Iwan, Direktur medis
Melalui tangan Prof. TayKeng Soon dari Akitek Tenggara Singapore yang juga bekerjasama dengan Forum Architect Singapore, yang juga merupakan arsitek dari Kandang Kerbau Women & Children Hospital Singapore (atau yang sering disebut dengan KK Hospital Singapore).





National Hospital mempunyai 10 lantai utama (termasuk 2 basement) dan 5 lantai bangunan Annex yang dikhususkan bagi specialis clinic dengan penanganan dokter spesialis. Konsep, Annex Building ini dirancang untuk menghadirkan suasana pelayanan medis bagi pasien yang nyaman, eksklusif dan elegan, membuat bangunan ini juga menjadi klinik dengan konsep khas yang pertama dan berbeda di Surabaya.
Terletak di area strategis dan mudah diakses karena berada di area perumahan, sekolah dan perkantoran, National Hospital mampu memenuhi kebutuhan medis masyarakat khususnya mereka yang  tinggal di kawasan Surabaya Barat

National Hospital resmi dibangun pada 1 Oktober 2010 melalui PT. Total Bangun Persada sebagai perusahaan kontraktor yang bertanggung secara penuh dalam pembangunan Rumah Sakit ini. Menempati lahan seluas 8.532 m² dengan luas bangunan lebih dari 32.000 m², National Hospital dibangun dengan gaya desain arsitektur dan menerapkan standart Green Buliding yang ramah lingkungan serta hemat energi menjadi dasar acuan.




"Konsep green building ini diimplementasikan melalui pemilihan kaca Sunergy yang mampu mereduksi 35 persen panas dan ultraviolet, dan vacuum cleaner terpusat yang mampu menjaga tingkat kebersihan pada level tertinggi," kata Rudy Surjanto, Chief Executive Officer National Hospital usai acara grand opening National Hospital di Surabaya
Gedung ini juga tergolong smart building karena seluruh komunikasi data, suara, gambar dan video menggunakan fiber optic sehingga menghasilkan kualitas tinggi. Selain dari segi desain dan bahan, tambah Rudy, konsep green building rumah sakit ini juga disempurnakan dengan penggunaan teknologi pendukung yang tepat.





Untuk pendingin ruangan, rumah sakit ini menggunakan sistem AC VRV (variable refrigerant volume). Sistem ini memiliki kemampuan untuk mencegah pendinginan yang berlebihan pada suatu ruangan, sehingga dapat menghemat konsumsi listrik.
Di samping itu, sistem AC VRV juga memiliki tingkat kebisingan rendah dan hemat tempat karena dapat menggunakan satu unit outdoor untuk menyuplai beberapa unit indoor, serta dapat mengatur jadwal dan temperatur AC yang didinginkan secara terkomputerisasi. Di negara kita sendiri, penggunaan AC VRV masih terbilang jarang karena harganya yang mahal.


National Hospital juga memiliki fasilitas pelayanan kesehatan yang terintegrasi, antara lain emergency room dengan 8 tempat tidur, 30 kamar klinik spesialis, dan 123 kamar rawat inap. Saat ini tersedia 250 tempat tidur yang terdiri dari kelas 3 hingga Suite Room, serta kamar Isolasi.


Sumber  :
https://id.wikipedia.org/wiki/Rumah_sakit_swasta
http://ariefnurse.blogspot.co.id/2012/10/definisi-dan-klasifikasi-rumah-sakit.html
https://www.national-hospital.com
http://www.beritasatu.com/kesehatan/147201-national-hospital-surabaya-dibangun-dengan-konsep-green-building.html

Sabtu, 26 November 2016

Tipologi Gedung Pemerintah Metropolitan Tokyo

BANGUNAN KANTOR PEMERINTAH

A.  PENGERTIAN

1.  BANGUNAN GEDUNG

Yang dimaksud dengan bangunan gedung adalah wujud fisik hasil pekerjaan konstruksi yang menyatu dengan tempat dan kedudukannya, sebagian atau seluruhnya berada diatas dan/atau di dalam tanah dan/atau air, yang berfungsi sebagai tempat manusia melakukan kegiatan. baik untuk hunian atau tempat tinggal, kegiatan keagamaan, kegiatan usaha ,kegiatan sosial,budaya,maupun kegiatan khusus.

2.      BANGUNAN GEDUNG NEGARA

Bangunan Gedung Negara adalah bangunan gedung untuk keperluan dinas yang menjadi/akan menjadi kekayaan milik Negara dan diadakan dengan sumber pembiayaan yang berasal dari dana APBD ,dan/atau perolehan lainnya yang sah, antara lain seperti: gedung kantor,gedung sekolah, gedung rumah sakit, gudang, rumah Negara, dan lain-lain.

  1. KLASIFIKASI BANGUNAN GEDUNG NEGARA BERDASARKAN TINGKAT KOMPLEKSITAS MELIPUTI :

1.      BANGUNAN SEDERHANA

Klasifikasi bangunan sederhana adalah bangunan gedung Negara dengan karakter sederhana serta memiliki kompleksitas dan teknologi sederhana. masa penjaminan kegagalan bangunannya adalah selama 10 (sepuluh) tahun.

Yang termasuk klasifikasi bangunan sederhana ,antara lain:

§     gedung kantor yang sudah ada disain prototigpenya, atau bangunan gedung kantor

 dengan jumlah lantai s.d 2 lantai dengan luas sampai dengan 500 m2;
§     bangunan rumah dinas tipe C , D, dan E yang bertingkat;

§     gedung pelayanan kesehatan, puskesmas;

§     gedung pendidikan tingkat dasar dan /atau lanjutan dengan jumlah s.d 2 lantai.

2.      BANGUNAN TIDAK SEDERHANA

Klasifikasi bangunan tidak sederhana adalah bangunan gedung Negara dengan karakter tidak sederhana serta memiliki kompleksitas dan/atau teknologi tidak sederhana. masa penjamin kegagalan bangunannya adalah selama paling singkat 10 (sepuluh) tahun.

Yang termasuk klasifikasi bangunan Tidak Sederhana,antara lain:

§   Gedung kantor yang belum ada disain prototipenya, atau gedung kantor dengan luas di atas dari 500 m2, atau gedung kantor bertingkat lebih dari 2 lantai;

§    Bangunan rumah dinas tipe A dan B; atau rumah dinas C, d, dan E yang bertingkat lebih dari 2 lantai,rumah Negara yang berbentuk rumah susun;
§     Gedung Rumah Sakit Klas A , B , C, dan D;

§  Gedung pendidikan tinggi universitas/akademi; atau gedung pendidikan dasar/lanjutan bertingkat lebih dari 2 lantai.

3.      BANGUNAN KHUSUS

Klasifikasi bangunan khusus adalah bangunan gedung negara yang memiliki penggunaan dan persyaratan khusus, yang dalam perencanaan sederhana serta memiliki kompleksitas dan/atau teknologi tidak sederhana.


Masa penjamin kegagalan bangunannya adalah selama paling singkat 10 (sepuluh) tahun.

Yang termasuk klasifikasi bangunan Khusus ,antara lain:
§          istana negara dan rumah jabatan presiden dan wakil presiden;

§          wisma Negara;

§          gedung instalasi nuklir;

§          gedung instalasi pertahanan,bangunan POLRI dengan penggunaan persyaratan

      khusus;

§          gedung laboratorium;

§          gedung terminal udara/laut/darat;

§          stasiun kereta api;

§          stadion olah raga;

§          rumah tahanan;

§          gudang benda berbahaya;

§          gedung bersifat monumental;dan

§          gedung perwakilan negara R.I di luar negeri.







Karir arsitek Jepang Kenzo Tange memiliki anomali penasaran: ia menerima komisi yang sama dua kali. Pada tahun 1952, pada tahap awal karirnya, Tange merancang gedung administrasi di Oedo, Tokyo , pemerintah metropolitan kota. Lebih dari tiga puluh tahun kemudian, ketika pemerintah pindah ke Shinjuku, Tokyo , ia kembali memenangkan komisi untuk merancang bangunan administrasi. Selesai pada tahun 1991, ini akan menjadi salah satu yang terakhir, dan paling ambisius, proyek. Inkarnasi kedua sekarang mendominasi cakrawala kota, desain yang sangat khas menjamin itu status tengara. Dijuluki Tocho (singkatan dari nama Jepang nya Tōkyō-to Chōsha), referensi arsitektur untuk tradisi dan modernitas bertindak sebagai metafora visual untuk kota eklektik di mana penduduknya memerintah.



Meskipun biasanya disebut sebagai bangunan tunggal, Tocho akan lebih tepat disebut sebagai sebuah kompleks yang terdiri dari tiga struktur. Meskipun terlihat berbeda dan individual bernama, semua tiga bangunan dalam kompleks dihubungkan oleh rute pejalan kaki. No.1 Building adalah yang tertinggi dari tiga; struktur utama berdiri tiga puluh empat cerita tinggi tetapi menara kembar melambung ke empat puluh delapan cerita, menjadikannya bangunan tertinggi di Tokyo pada saat pembangunannya. Dibalut panel beton pracetak, façade yang inset dengan granit terang dan gelap untuk menciptakan berbagai pola geometris.
Pada dasarnya, façade No.1 Building membentuk wajah belaka yang menjadi semakin diartikulasikan sebagai dua menara naik. Komposisi yang tidak teratur ini menambah daya tarik visual dan mencegah bangunan muncul monolitik, meskipun ketinggiannya. permukaan yang diartikulasikan juga melakukan fungsi praktis dengan mengganggu angin kencang yang prasmanan bangunan pada titik tertinggi. Surut guntingan di puncak-puncak menara membuat bingkai untuk koleksi piring satelit, mengubah estetis tidak menarik-meskipun diperlukan-elemen dalam fitur sengaja dekoratif.



Di sebelah selatan No.1 Building berdiri No.2 Building. strukturnya terdiri dari tiga menara saling meningkatkan ketinggian, yang tertinggi dari yang berdiri di tiga puluh empat cerita - tingkat dengan struktur utama mitranya. Sekali lagi, tidak ada usaha untuk menyembunyikan elemen arsitektur kurang menarik, dengan banyak layanan bangunan mencolok ditampilkan di balkon besar dibentuk oleh atap dari menara yang lebih rendah; contoh kejujuran arsitektur yang menggambarkan karya Tange. Façade No.2 Building fitur pola yang sama dari granit dan beton sebagai tetangganya; dengan mempertahankan konsistensi gaya di kompleks Tange mampu membuat link visual antara komponen individu.
Gedung ketiga di kompleks adalah Gedung Majelis, struktur berbentuk setengah lingkaran delapan lantai yang duduk di kaki No.1. Sementara No.1 dan No.2 Bangunan terutama rumah kantor-kantor pemerintah, fungsi dari Gedung Majelis lebih spesifik: berfungsi sebagai ruang pertemuan untuk anggota dewan dari Tokyo . Kurva menyapu bangunan meliputi halaman luas yang tenggelam di bawah tingkat jalan, memisahkannya dari lalu lintas yang lewat jalan untuk membuat kliring tenang di mana konser terbuka, misalnya, dapat diselenggarakan.Sebagai bangunan memanjang ke arah barat, lengan menjadi jalan setapak tingkat tinggi dibesarkan di piloti.Lengan selatan memotong dengan sebuah jembatan yang membentang kesenjangan antara No.1 dan No.2, mengikat bersama tiga komponen kompleks melalui sistem sirkulasi pejalan kaki.




arsitektur Tange ditandai dengan interaksi antara tradisi dan modernitas; ia percaya bahwa "tugas yang paling penting saat ini adalah kreatif untuk meningkatkan baik masa lalu dan masa depan." [1] Banyak dari karya-karya awalnya bersandar berat pada tradisi arsitektur negeri asalnya dari Jepang - terutama jelas dalam desain untuk rumah sendiri dari tahun 1953. Namun, sementara dia mengakui pengaruh warisan Jepang, ia berulang kali berusaha untuk menjauhkan diri dari asosiasi murni sejarah. "Tradisi dapat dibandingkan dengan katalis;" ". Merangsang proses desain kami, tetapi hanya sebagai katalis menghilang setelah aksi kimiawi, sehingga tradisi tidak tinggal di dalam desain akhir" tulisnya, [2]
Dengan tahap akhir karirnya, referensi sejarah arsitektur dalam desain Tange telah menjadi kurang jelas, tapi tetap masih ada. Pada Tocho, pola geometris dari fasad mengingat panel layar rumah tradisional Jepang. Menara kembar No.1 Building, sementara itu, dapat dibandingkan dengan menara perpecahan katedral Gothic.




Sepanjang tulisan yang luas nya, Tange sering memuji kebaikan teknologi modern. Ini agak mengejutkan mengingat bahwa proyek selesai pertamanya, Hiroshima Peace Park , menjadi saksi potensi destruktif dari kecerdikan manusia. Namun demikian, desain Tange untuk Tocho langsung memanggil teknologi melalui desain;arsitek dikutip chip komputer sebagai inspirasi gaya untuk No.1 Building. [3] citra digital ini diulang dalam gedung, di mana motif sirkuit-board menghiasi beberapa langit-langit. [4]
Mengingat iklim ekonomi di Jepang pada saat itu, referensi untuk komputasi yang sangat tepat. Berkat industri teknologi terkemuka dunia-nya negara itu menikmati ledakan ekonomi dan chip komputer telah menjadi simbol nasional untuk yang modern Jepang . Tange bahkan meminjam retorika teknologi, mengutip Norbert Wiener (penemu cybernetics) saat menjelaskan desain arsitektur sendiri sebagai "ruang komunikasi" dihubungkan dengan "saluran informasi." [5] Dengan demikian, transfer orang melalui koridor dan elevator dari No.1 Building mengemulasi transfer informasi melalui sinyal listrik di komputer. Tidak hanya bangunan mempekerjakan ikonografi chip komputer, juga berfungsi sebagai salah satu.



pelukan Tange modernitas tidak, bagaimanapun, mencakup adopsi Eropa Modernisme; gaya yang dia sangat kritis. Meskipun ia mengagumi karya Le Corbusier, ia disdainfully mencatat bahwa bagi kebanyakan arsitek Modernis "kotak-yang putih belaka tidak lebih dari titik-itu sendiri merupakan tujuan awal yang benar." [6] Tange juga membawa masalah dengan fungsionalis yang sikap Gaya Internasional, yang ia lihat sebagai terlalu sederhana dan kaku: "kritik telah sering dilakukan oleh orang-orang yang tinggal dan bekerja di bangunan ini bahwa ini membatasi hidup mereka dan saya percaya keluhan mereka layak perhatian." [7]
Proses desain Tange sendiri melibatkan "typification fungsi," [8] dimana kebutuhan paling mendasar dari pengguna masa depan bangunan yang diprioritaskan dan kebutuhan lainnya, dianggap sewenang-wenang, diabaikan. Misalnya, skala besar (dan $ 1 miliar biaya) dari Tocho menyebabkan kemarahan publik selama konstruksi tetapi, seperti dibenarkan oleh manajer konstruksi proyek, "yang dibutuhkan untuk menjadi ukuran ini untuk rumah ganglia dari jaringan komputer besar dimaksudkan untuk membuat Tokyo pemerintah yang paling canggih di dunia. "[9]




Sementara Tange mungkin tidak berlangganan model Eropa Modernisme, dia berbagi tujuan gerakan untuk (pura-pura) menyapu lama dan membangun baru. Situs baru Tocho 's di Shinjuku-distrik lampu merah bersejarah Tokyo dan terkenal pusat Yakuza kegiatan-diberikan Tange kesempatan sempurna untuk melakukannya. Wilayah ini ditargetkan untuk regenerasi oleh anggota dewan kota pada tahun 1980, dan pembangunan Tocho menandai awal dari pembangunan kembali Shinjuku sebagai distrik keuangan modern.Meskipun lingkungan masih mempertahankan beberapa aspek dari masa lalu merusak kesehatan nya, transformasi menjadi pusat ekonomi berkembang telah sangat sukses. Dua puluh lima tahun setelah selesai Tocho, wilayah itu sekarang dipenuhi gedung pencakar langit yang rumah markas perusahaan nasional dan multinasional.
Ia telah mengemukakan bahwa kepercayaan Tange dalam kekuasaan regeneratif arsitektur berakar dalam siklus pertumbuhan dan peluruhan dijelaskan oleh ajaran Buddha. [10] Pembongkaran Metropolitan asli Tange Pemerintah Bangunan lama setelah pembukaan Tocho menyelesaikan proses siklus ini. Meskipun Tocho sering diabaikan dalam oeuvre arsitek, dalam banyak hal kompleks mencontohkan gaya melalui harmoni antara tradisi dan modernitas, fungsionalisme yang ditandai, dan kapasitasnya untuk mencerminkan identitas nasional.





Sumber   : 


http://www.archdaily.com/793703/ad-classics-tokyo-metropolitan-  

government-building-kenzo-tange/ 
                                                   http://dppka.jogjaprov.go.id/upload/files/e._bangunan_kantor_pemerintah_2015.pdf