Minggu, 09 Oktober 2016

Arsitektur Yang Memperhatikan Lingkungan

ARSITEKTUR

Arsitektur adalah seni yang dilakukan oleh setiap individual untuk berimajinasikan diri mereka dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lanskap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut.

LINGKUNGAN

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut. Lingkungan juga dapat diartikan menjadi segala sesuatu yang ada di sekitar manusia dan mempengaruhi perkembangan kehidupan manusia.
Lingkungan terdiri dari komponen abiotik dan biotik. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti tumbuhan, hewan, manusia dan mikro-organisme (virus dan bakteri).

PENGARUH ARSITEKTUR TERHADAP LINGKUNGAN

Arsitektur memiliki hubungan dan keterikatan yang kuat dengan lingkungannya. Arsitektur sangat mempengaruhi lingkungan di sekitarnya, begitu pula sebaliknya, lingkungan sekitar akan memberi pengaruh terhadap arsitektur yang ada didalamnya. Contohnya saja sebuah bangunan sebagai individu yang berdiri di tengah lingkungannya tentu akan saling mempengaruhi mulai dari aspek sosial, ekonomi, budaya, hingga memberi dampak fisik satu sama lain.
Sebuah karya arsitektur haruslah mampu meradaptasi dan berinteraksi dengan baik terhadap lingkungan dimana ia berada. Pengaruh yang diberikan oleh sebuah karya arsitektur tidak hanya pengaruh atau dampak positif, melainkan juga membawa pengaruh dan dampak negatif, jika dalam proses perancangan maupun pembangunannya tidak memperhatikan aspek-aspek lingkungan yang ada di sekitarnya, kehadiran sebuah karya arsitektur membawa efek berantai bagi lingkungan. Kehadiran karya arsitektur yang membawa dampak negatif akan sangat merugikan tidak hanya bagi lingkungan sekitarnya namun juga terhadap masyarakat sekitar. 

Dampak Negatif Arsitektur terhadap Lingkungan


sebagai contoh dampak buruk yang dibawa sebuah karya arsitektur tanpa memperhatikan lingkungan:
  • Banyaknya gedung-gedung bertingkat dan bangunan-bangunan komersil di Jakarta tidak diimbangi oleh jumlah sistem drainase yang baik, bahkan minim jumlahnya, megakibatkan banyak jalan-jalan di Jakarta yang mudah tergenang air atau bahkan banjir walaupun intensitas hujan tidak seberapa atau rendah
  • Pembangunan gedung-gedung dan bangunan di Jakarta memangkas jumlah ruang terbuka hijau atau daerah resapan air yang semestinya. Jakarta yang memiliki syarat kota dengan 30% daerah hijau kini hanya memiliki presentase 6%, hal ini memperlihatkan Jakarta sangat jauh dari kata “Ideal” sebagai kota yang memiliki penduduk yang sangat padat.
  • Pembangunan pemukiman padat penduduk yang tidak memperhatikan lingkungan juga sering terjadi. Pemukiman dibangun tanpa melihat bangunan-bangunan exsisting ataupun akses yang ada sehingga tata ruang kota menjadi tanpa pola dan tidak teratur.

Dampak Positif Arsitektur Terhadap Lingkungan

Keadaan bumi yang menghadapi permasalahan Global Warming adalah salah satu faktor yang mendasari gagasan desain eco-green yang menciptakan bangunan yang ramah lingkungan dapat dikatakan “bersahabat dengan alam” memanfaatkan energi alam seefisien mungkin bagi sebuah bangunan. Gagasan ini sudah menjadi prinsip penting dalam mendesain bangunan dengan sangat memperhatikan lingkungannya di era yang sekarang ini dimana pembangunan yang begitu pesat dan modern, yang jika kemajuannya tidak diimbangi pemeliharaan terhadap lingkungan akan membawa kehancuran bagi lingkungan sekitarnya yang juga akan dirasakan masyarakat secara langsung maupun tidak langsung. Gagasan ini lebih banyak diterapkan di negara-negara maju yang telah memiliki kesadaran akan lingkungan sebagai tempat hidup.

Arsitektur Bioklimatik

Arsitektur Bioklimatik merupakan salah satu cabang yang memperhatikan lingkungan, berikut penjelasannya.
Pengertian Arsitektur Bioklimatik



Arsitektur bioklimatik adalah suatu pendekatan yang mengarahkan arsitek untuk mendapatkan penyelesaian desain dengan memperhatikan hubungan antara bentuk arsitektur dengan lingkungannya dalam kaitanyan iklim daerah tersebut. Pada akhirnya bentuk arsitektur yang dihasilkan juga dipengaruhi oleh budaya setempat, dan hal ini akan berpengaruh pada ekspresi arsitektur yang akan ditampilakan dari suatu bangunan, selain itu pendekatan bioklimtaik akan mengurangi ketergantungan karya arsitektur terhadap sumber – sumber energi yang tidak dapat dipengaruhi.




perkembangan arsitektur bioklimatik

Perkembangan Arsitektur Bioklimatik berawal dari 1960-an. Arsitektur Bioklimatik merupakan arsitektur modern yang dipengaruhi oleh iklim. Arsitektur bioklimatik merupakan pencermian kembali arsitektur Frank Loyd Wright yang terkenal dengan arsitektur yang berhubungan dengan alam dan lingkungan dengan prinsip utamanya bahwa didalam seni membangun tidak hanya efisiensinya saja yang dipentingkan tetapi juga ketenangannya, keselarasan, kebijaksanaan, kekuatan bangunan dan kegiatan yang sesuai dengan bangunannya, “Oscar Niemeyer dengan falsafah arsitekturnya yaitu penyesuaian terhadap keadaan alam dan lingkungan, penguasaan secara fungsional, dan kematangan dalam pengolahan secara pemilihan bentuk, bahan dan arsitektur”.
Akhirnya dari Frank Wright dan Oscar Niemeyer lahirlah arsitek lain seperti Victor Olgay pada tahun 1963 mulai memperkenalkan arsitektur bioklimatik. Setalah tahun 1990-an Kenneth Yeang mulai menerapkan arsitektur bioklimatik pada bangunan tinggi bioklimatik yang memenangkan penghargaan Aga Khan Award tahun 1966 dan Award pada tahun 1966

Prinsip Desain Bioklimatik Menurut Yeang (Bioclimatic Skyscrapers)

1. Penempatan Core Menurut Yeang, 
Posisi service core sangat penting dalam merancang bangunan tingkat tinggi. Service core bukan hanya sebagai bagian struktur, juga mempenagruhi kenyamanan ternal.

Posisi core dapat diklasifikasikan dalam tiga bentuk, yaitu :

  • 1.    Core pusat
  • 2.    Core ganda 
  • 3 .   Core tunggal terletak pada sisi bangunan.

1. Core Pusat
    2. Core Ganda
3. Core Tunggal (sisi bangunan)













Core ganda memiliki banyak keuntungan, dengan memakai dua core dapat dijadikan sebagai penghalang panas yang masuk kedalam bangunan. Penelitian harus menunjukkan penggunaan pengkondisian udara secara minimum dari penempatan service core ganda yang tampilan jendala menghadap utara dan selatan, dan core ditempatkan pada sisi timur dan barat. Penerapan ini juga dapat diterapkan pada daerah beriklim sejuk

2. Menetukan Orientasi
Bangunan tingkat tinggi mendapatkan penyinaran matahari secara penuh dan radiasi panas. Orientasi bangunan sangat penting untuk menciptakan konservasi energi. Secara umum, susunan bangunan dengan bukaan menghadap utara dan selatan memberikan keuntungan dalam mengurangi insulasi panas.Orientasi bangunan yang terbaik adalah meletakkan luas permukaan bangunan terkecil menghadap timur – barat memberikan dinding eksternal pada luar ruangan atau pada emperan terbuka. Kemudian untuk daerah tropis peletakan core lebih disenangi pada poros timur-barat. Hal ini dimaksudkan daerah buffer dan dapat menghemat AC dalam bangunan.


3. Penempatan Bukaan Jendela
Bukaan jendela harus sebaiknya menghadap utara dan selatan sangat penting untuk mendapatkan orientasi pandangan. Jika memperhatikan alasan easthetic, curtain wall bisa digunakan pada fasad bangunanyang tidak menghadap matahari. Pada daerah iklim sejuk, ruang transisional bisa menggunakan kaca pada bagian fasad yang lain maka teras juga berfungsi sebagai ‘ruang sinar matahari’, berkumpulnya panas matahari, sperti rumah kaca. Penempatan bukaan jendela pada bangunan bioklimatik dapat dilihat pada gambar 13 berikut ini.



Menggunakan kaca jendela yang sejajar dengan dinding luar dengan menggunakan kaca dengan sistem Metrical Bioclimatic Window (MBW). MBW didesain sebagai sistem elemen dengan fungsi yang dikhususkan untuk ventilasi, perlindungan tata surya, penerangan alami, area visualisasi, dan kebebasan pribadi serta sistem luar yang aktif.
Sistem MBW disadur dan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Sistem ini bermaksud mengatur kondisi ternal ruangan dengan menggunakan maksud bioklimatik teknik, yaitu :
· Penurunan perolehan panas oleh radiasi surya.
· Control perolehan panas oleh konveksi dan penggunaan ventilasi silang ataupun dengan pemilihan cerobong asap.
Dengan penggunaan teknik diatas, maka pencahayaan lebih maksimal dan udara pada malam hari dapat menjadi lebih sejuk.

4. Penggunaan Balkon


Menempatkan balkon akan membuat area tersebut menjadi bersih dari panel – panel sehingga mengurangi sisi panas yang menggunakan panas. Karena adanya teras – teras yang lebar akan mudah membuat taman dan menanam tanaman yang dapat dijadikan pembayang sinar yang alami, dan sebagai daerah fleksibel akan mudah untuk menambah fasilitas – fasilitas yang akan tercipta dimasa yang akan datang.

5. Membuat ruang Transisional
Menurut Yeang, ruang transisional dapat diletakkan ditengah dan sekeliling sisi bangunan sebagai ruang udara dan atrium. Ruang ini dapat menjadi ruang perantaran antara ruang dalam dan ruang luar bangunan. Ruang ini bisa menjadi koridor luar seperti rumah – rumah toko tua awal abad sembilan belas di daerah tropis. Membuat ruang transisional pada fasad bangunan bioklimatik dapat dilihat pada gambar 15 berikut ini.




MenurutYeang, penempatan teras pada bagian dengan tingkat panas yang tinggi dapat mengurangi penggunaan panel – panel anti panas. Hal ini dapat memberikan akses ke teras yang dapat juga digunakan sebagai area evakuasi jika terjadi bencana seperti kebakaran. Penggunaan balkon pada bangunan bioklimatik dapat dilihat pada gambar 14 berikut ini.Atrium sebaiknya tertutup, tetapi diletakkan diantara ruangan. Puncak bangunan sebaiknya dilindungi oleh sirip – sirip atap yang mendorong angin masuk kedalam bangunan. Hal ini juga bisa di desain sebagai fungsi Wind scoopsuntuk mengendalikan pengudaraan alami yang masuk kedalam bagian gedung.

6. Desain Pada Dinding
Penggunaan mebran yang menghubungkan bangunan dengan lingkungan dapat dijadikan sebagai kulit pelindung. Pada iklim sejuk dinding luar harus dapat menahan dinginnya musim dingin dan panasnya musim panas. Pada kasus ini, dinding luar harus seperti pelindung insulasi yang bagus tetapi harus dapat dibuka pada musim kemarau. Pada daerah tropis dinding luar harus bisa digerakkan yang mengendalikan dan cross ventilation untuk kenyamanan dalam bangunan. Desain dinding pada bangunan bioklimatik.


7. Hubungan Terhadap Landscape
Menurut Yeang, lantai dasar bangunan tropis seharusnya lebih terbuka keluar dan menggunakan ventilasi yang alami karena hubungan lantai dasar dengan jalan juga penting. Fungsi atrium dalam ruangan pada lantai dasar dapat mengurangi tinggkat kepadatan jalan. Tumbuhan dan lanskap digunakan tidak hanya untuk kepentingan ekologis dan eastetik semata, tetapi juga membuat bangunan menjadi lebih sejuk. Hubungan terhadap landscape dapat dilihat pada gambar 17 berikut ini.




Mengintegrasikan antara elemen boitik tanaman dengan elemen boitik, yaitu : bangunan. Hal ini dapat memberikan efek dingin pada bangunan dan membantu proses penyerapan O2 dan pelepasan CO2.

8. Menggunakan Alat Pembayang Pasif
Menurut Yeang, pembayang sinar matahari adalah esensi pembiasan sinar matahari pada dinding yang menghadap matahri secara langsung (pada daerah tropis berada disisi timur dan barat) sedangkan croos ventilationseharusnya digunakan (bahkan diruang ber-AC) meningkatkan udara segar dan mengalirkan udara panas keluar. Penggunaan alat pembayang pasif dapat dilihat pada gambar 18 berikut ini





 
Pemberian ventilasi yang cukup pada ruangan dengan peraturan volumetric aliran udara. Dengan adanya ventilasi, maka udara panas diatas gedung dapat dialirkan kelingkungan luar sehingga dapat menyegarkan ruangan kembali.

9. Penyekat Panas Pada Lantai
Menurut Yeang, insolator panas yang baikpada kulit bangunan dapat mengurangi pertukaran panas yang terik dengan udara dingin yang berasal dari dalam bangunan. Karakterisitk thermal insulation adalh secara utama ditentukan oleh komposisinya. Denga lasan tersebut maka thermal insolation dibagi menjadi lima bagian utama, walaupun banyak insulator yang utama kerupakan turunan produk jenis – jenis ini. Penyekat panas pada lantai bangunan bioklimatik dapat dilihat pada gambar 19 berikut ini.
Lima jenis utama, adalah :
· Flake (serpihan)
· Fibrous (berserabut)
· Granular (butiran – butiran)
· Cellular (terdiri dari sel)
· Reflective (memantulkan)





Struktur massa bangunan bekerja melepas panas pada siang hari dan melepas udara dingin pada siang hari. Pada iklim sejuk struktur bangunan dapat menyerap panas matahari sepanjang siang hari dan melepaskannya pada siang hari. Solar window atau solar-collector heat ditempatkan didepan fisik gedung untuk menyererap panas matahari.
















Sumber     : wikipedia.com
                   willydjohar.wordpress.com/2014/12/01/arsitektur-dan-lingkungan/
                   archiholic99danoes.blogspot.co.id/2011/05/arsitektur-bioklimatik.html

Rabu, 25 Mei 2016

Ilmu Budaya Dasar Dengan Film Facing the Giants

Manusia dan Penderitaan
Dalam film ini menunjukan adanya kaitan materi dengan adegan yang terdapat di dalam nya, adegan yang berhubungan dengan materi manusia dan penderitaan yaitu digambarkan pada bagian awal film ini, ketika Grant dihadapkan dengan berbagai macam cobaan diantaranya ketika ia mendengar bahwa dia akan digantikan dari kepemimpinannya serta ketika dia di diagnosis tidak bisa mermiliki anak yang membuatnya hampir putus asa.

Manusia dan Pandangan Hidup
Materi yang satu ini digambarkan dengan sikap yang di tunjukan oleh Grant setelah ia berubah menjadi lebih baik, ia memiliki pandangan hidup yang baru untuk menyerahkan segalanya kepada tuhan, ketika team yang ia bimbing menang maupun kalah, ia akan tetap memuji tuhan.

Manusia dan Harapan

 •         Pengertian Harapan
•           Apa sebab manusia mempunyai harapan
•           Pengertian Doa
•           Kepercayaan
•           Kepercayaan dan usaha untuk meningkatkannya

Semua point tersebut dapat tersampaikan di film ini, baik itu secara tersirat maupun tersurat, adegan yang paling menggambarkan materi ini yaitu ketika Grant berdoa untuk mendapatkan harapan yang lebih baik, karena ia percaya dengan kuasa tuhan.


Sumber           :
https://id.wikipedia.org/wiki/Facing_the_Giants
HM-043202.doc

Resensi Film Facing the Giants






















Sutradara

Alex Kendrick
Produser
Stephen Kendrick
Alex Kendrick
David Nixon
Penulis
Alex Kendrick
Stephen Kendrick
Pemeran
Alex Kendrick
Shannen Fields
Tracy Goode
James Blackwell
Bailey Cave
Jim McBride
Jason McLeod
Musik
Mark Willard
Perusahaan
produksi
Sherwood Pictures
Distributor
Samuel Goldwyn Films
Tanggal rilis
           29 September 2006
Durasi
111 menit
Negara
Amerika Serikat


Facing the Giants adalah suatu film yang menceritakan kehidupan seorang pelatih american football di SMU Shiloh eagles bernama Grant Taylor. Selama 6 tahun dia melatih, sekolah yang ia bina belum pernah memenangi kompetisi. Bahkan dalam beberapa pertandingan terakhir selalu berakhir dengan kekalahan. Hal ini menyebabkan pihak sekolah mulai meragukan kemampuannya melatih dan ingin menggantikan posisinya dengan orang lain. Selain itu, dia mengalami banyak permasalahn dalam hidupnya yang membuat dia semakin terpuruk.

Dalam keadaan terpuruknya itu, Grant Taylor menciptakan filsafat pelatihan baru dan memutuskan untuk memuliakan Tuhan, apapun hasilnya. Pada saat yang sama ia membimbing dan menghimbau setiap pemainnya untuk menyerahkan upaya pada Tuhan. Sejak itu Eagles hanya kalah satu kali dan maju ke final negara bagian menghadapi juara bertahan tiga kali "Richland Giants". Meskipun Eagles hanya mempunyai sepertiga jumlah pemain dibandingkan dengan Giants, Eagles berhasil bertahan dan akhirnya menang. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat video cuplikan trailernya berikut ini.



Sumber           :
https://id.wikipedia.org/wiki/Facing_the_Giants
https://www.youtube.com/watch?v=ucMh_yldxs0

Rabu, 13 April 2016

Ilmu Budaya Dasar Dengan Film Good Will Hunting

Manusia dan Cinta Kasih

Dalam film ini menunjukan adanya kaitan materi dengan adegan yang terdapat di dalam nya, adegan yang berhubungan dengan materi manusia dan cinta kasih yaitu hubungan antara Will dengan Skylar, dan sang terapis yaitu Sean dengan almarhum istrinya, meskipun hanya dalam bentuk percakapan, akan tetapi rasa kasih sayang Sean terhadap almarhum istrinya sangat jelas digambarkan dalam percakapannya.

Manusia dan Penderitaan

Gambaran masa lalu Will sangat berkaitan erat dengan materi IBD yang satu ini, karena kelamnya masa lalu Will yang sering mendapat siksaan fisik dari ayah angkatnya kemudian berdampak pada Will yang sudah dewasa, salah satu contohnya yaitu ketika will memukul seseorang sehingga membawanya berurusan dengan polisi.

Manusia dan Tanggung Jawab


Adegan yang menggambarkan materi ini, yaitu ketika Will dating ke pengadilan untuk pempertanggung jawabkan atas tindakannya, meskipun Will sempat membela diri, akan tetapi ia tetap menerima hukuman yang di jatuhkan oleh pengadilan kepadanya. Adegan lainya yaitu ketika iya bertanggung jawab dengan perjanjian yang telah ia sepakati dengan Profesor Lambeau untuk membantunya dalam menyelesaikan berbagai macam soal matematika dan juga untuk menemui terapis meskipun, Will selalu mempermainkan para terapisnya yang pada akhirnya hanya Sean sebagai terapis terakhir yang dapat mengubah pandangan Will.


Sumber              :
https://id.wikipedia.org/wiki/Good_Will_Hunting

Resensi Film Good Will Hunting




Sutradara      : Gus Van Sant
Produser         : Lawrence Bender
Penulis            : Matt Damon
                                     Ben Affleck
Pemeran         : Matt Damon
                                     Robin Williams
                                     Minnie Driver
Ben Affleck

Good Will Hunting Adalah sebuah film yang menceritakan seorang pemuda bernama Will Hunting yang bekerja sebagai cleaning service di sebuah universitas ternama yaitu Harvard University. Suatu ketika saat ia sedang membersihkan koridor, ia melihat soal matematika yang terpampang di papan tulis, lalu ia mengerjakannya saat tidak ada seorangpun disana, dari sinilah awal ceritanya akan dimulai. Will tidak mengetahui bahwa soal yang ia kerjakan merupakan teory system fourier yang dimana jika berhasil mengerjakannya tidak hanya mendapat penghargaan dari professor Lambeau tapi juga ketenaran dan kekayaan, begitulah yang dikatakan oleh professor itu sendiri. Saat professor memergokinya mengerjakan permasalahan yang terpampang di papan tulis, ia kira sedang mencoret-coret papan tulis akan tetapi saat ia lihat, bahwa pemuda itu telah menyelesaikan soal yang ada di papan tulis, namun sayang pemuda itu terlanjur pergi.
 Professor pun kemudian mencari tahu keberadaan pemuda tersebut, dan pada akhirnya ia bertemu dengan will di pengadilan, professor pun menawarkan pembebasan di bawah pengawasannya dengan dua syarat yang pertama yaitu will harus bertemu dengan professor setiap minggu untuk mengerjakan soal yang lebih sulit dari soal yang terpampang di papan tulis dan yang kedua yaitu will harus bertemu dengan terapis, pada awalnya will menolak untuk syarat yang kedua namun pada akhirnya ia menerima karena tidak ingin di penjara.

  Hari demi hari Will lalui dengan menbantu professor, menemui terapis, dan juga ditambah dengan kisah percintaannya. Untuk mengetahui tebih lanjut mengenai film ini, silahkan saksikan cuplikan trailer berikut.



Sumber              :
https://id.wikipedia.org/wiki/Good_Will_Hunting
https://www.youtube.com/watch?v=PaZVjZEFkRs

Sabtu, 23 Januari 2016

Agama dan Masyarakat

Fungsi agama

-fungsi agama dalam masyarakat

Terdapat beberapa sebab mengapa agama sangat penting terhadap kehidupan manusia, diantaranya sebagai berikut:
Karena agama termasuk pokok atau dasar moral.
Karena agama termasuk petunjuk sebuah kebenaran.
Karena agama termasuk dasar informasi mengenai masalah metafisika.
Karena agama adalah suatu bimbingan ruh terhadap manusia baik suka maupun duka.
Semenjak manusia lahir ke dunia dalam keadaan tak berdaya dan lemah serta tidak tahu apapun. (Q.S. An Nahl: 78)
Alloh mengeluarkan manusia dari rahim ibunya dalam kondisi tidak mengetahui suatu apapun. Dia menciptakan untukmu penglihatan, pendengaran serta hati. Akan tetapi tidak banyak diantara mereka yang bersyukur.

-dimensi kontimen agama

Perkembangan iptek mempunyai konsekuensi penting bagi agama.Sekulerisai cenderung mempersempit ruang gerak kepercayaan dan pengalaman keagamaan. Kebanyakan agama yang menerima nilai- nilai institusional baru adalah agama – agama aliran semua aspek kehidupan.
Dimensi komitmen agama menurut Roland Robertson:
1. dimensi keyakinan mengandung perkiraan/harapan bahwa orang yang religius akan menganut pandangan teologis tertentu.
2. Praktek agama mencakup perbuatan-perbuatan berbakti, yaitu perbuatan untuk melaksanakan komitmen agama secara nyata.
3. Dimensi pengerahuan, dikaitkan dengan perkiraan.
4. Dimensi pengalaman memperhitungkan fakta, semua agama mempunyai perkiraan tertentu.
5. Dimensi konsekuensi dari komitmen religius berbeda dengan tingkah laku perseorangan.


Pelembagaan agama

3 tipe kaitan agama dgn masyarakat
Ada 3 tipe kaitan agama dengan masyarakat, diantaranya :
1. Masyarakat dan nilai-nilai sakral.
2. Masyarakat-masyarakat pra industri yang sedang berkembang.
3. Masyarakat-masyarakat industri sekuler.

     Pengertian pelembagaan agama itu sendiri ialah apa dan mengapa agama ada, unsur-unsur dan bentuknya serta fungsi struktur agama. Dimensi ini mengidentifikasikan pengaruh-pengaruh kepercayaan di dalam kehidupan sehari-hari.

pelembagaan agama
Pelembagaan Agama di Indonesia:

1. Islam: MUI
MUI atau Majelis Ulama Indonesia adalah Lembaga Swadaya Masyarakat yang mewadahi ulama, zu’ama, dan cendikiawan Islam di Indonesia untuk membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia. Majelis Ulama Indonesia berdiri pada tanggal, 7 Rajab 1395 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 26 juli 1975 di Jakarta, Indonesia.

2. Kristen : Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI)
Katolik : Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)

3. Hindu: persada
Parisada Hindu Dharma Indonesia ( Parisada ) ialah: Majelis tertinggi umat Hindu Indonesia.

4. Budha: MBI
Majelis Buddhayana Indonesia adalah majelis umat Buddha di Indonesia. Majelis ini didirikan oleh Bhante Ashin Jinarakkhita pada hari Asadha 2499 BE tanggal 4 Juli 1955 di Semarang, tepatnya di Wihara Buddha Gaya, Watugong, Ungaran, Jawa Tengah, dengan nama Persaudaraan Upasaka-Upasika Indonesia (PUUI) dan diketuai oleh Maha Upasaka Madhyantika S. Mangunkawatja.

5. Konghucu: MATAKIN
Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (disingkat MATAKIN) adalah sebuah organisasi yang mengatur perkembangan agama Konghucu di Indonesia. Organisasi ini didirikan pada tahun 1995.

Agama, konflik dan masyarakat

konflik agama dalam masyarakat

Mengamati konflik agama yang terjadi yang berujung pada kekerasan di Indonesia, di sana terlihat bahwa tampaknya pemerintah sering kali mengambil posisi strategis, pemerintah dalam hal ini bisa dituduh melakukan kejahatan dengan membiarkan kekerasan berdasarkan agama (crime by omission). Pembiaran pemerintahlah yang menyebabkan konflik menyebar secara cepat. Malangnya, penyelesaian konflik di negeri ini tak pernah tuntas. Akibatnya, negeri yang dahulu terkenal dengan kerukunannya itu kini menjadi negeri yang rentan dengan konflik kekerasan yang amat memprihatinkan. Tepatlah apa yang dikatakan Robert W. Hefner bahwa kekerasan agama terjadi karena negara memanfaatkan agama (politisasi agama).
Konflik agama di Indonesia makin sulit dihindari karena terjadinya pengelompokkan berdasarkan agama. Pengelompokkan (clustering) berdasarkan agama ini menyebabkan timbulnya kesalahpahaman akan kepercayaan yang beragam tersebut, kesalahpahaman tersebut menyebabkan hubungan di masyarakat lebih rentan konflik, dan jika konflik pecah, sulit diselesaikan.

Sumber :
http://cicibon.blogspot.co.id/2012/09/agama-dan-masyarakat.html
http://gadogadoinf.blogspot.co.id/2013/06/makalah-agama-dan-masyarakat.html


Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan

Ilmu pengetahuan

Ilmu pengetahuan adalah sebuah sarana atau definisi tentang alam semesta yang diterjemahkan kedalam bahasa yang bisa dimengerti oleh manusia sebagai usaha untuk mengetahui dan mengingat tentang sesuatu. dalam kata lain dapat kita ketahui definisi arti ilmu yaitu sesuatu yang didapat dari kegiatan membaca dan memahami benda-benda maupun peristiwa, diwaktu kecil kita belajar membaca huruf abjad, lalu berlanjut menelaah kata-kata  dan seiring bertambahnya usia secara sadar atau tidak sadar sebenarnya kita terus belajar membaca, hanya saja yang dibaca sudah berkembang bukan hanya dalam bentuk bahasa tulis namun membaca alam semesta seisinya sebagai usaha dalam menemukan kebenaran. Dengan ilmu maka hidup menjadi mudah, karena ilmu juga merupakan alat untuk menjalani kehidupan.


4 hal sikap yang ilmiah
1. Jujur
Seorang ilmuwan wajib melaporakan hasil pengamatan secara objektif. Dalam kehidupan sehari-hari mungkin saja ia tidak jujur dari manusia lain, tetapi dalam hal penelitian ia harus sejujur-jujurnya dalam melaporkan penelitiannya.

2. Terbuka
Seorang ilmuwan mempunyai pandangan luas, terbuka dan bebas dari praduga. Ia tidak akan meremehkan suatu gagasan baru. Ia akan menghargai setiap gagasan baru dan mengujinya sebelum menerima/ menolaknya. Jadi ia terbuka akan pendapat orang lain.

3. Toleran
Seorang ilmuwan tidak merasa bahwa ia paling hebat. Ia bersedia mengakui bahwa orang lain mungkin mempunyai pengetahuan yang lebih luas, atau mungkin saja pendapatnya bisa salah. Dalam belajar menambah ilmu pengetahuan ia bersedia belajar dari orang lain, membandingkan pendapatnya dengan pendapat orang lain, serta tidak memaksakan suatu pendapat kepada orang lain.

4. Skeptis
Ilmuwan dalam mencari kebenaran akan bersikap hati-hati, meragui, dan skeptis. Ia akan menyalidiki bukti-bukti yang melatarbelakangi suatu kesimpulan. Ia akan bersikap kritis untuk memperoleh data yang menjadi dasar suatu kesimpulan tanpa didukung bukti-bukti yang kuat.

 Teknologi

Teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan, dan kenyamanan hidup manusia.
Penggunaan teknologi oleh manusia diawali dengan pengubahan sumber daya alam menjadi alat-alat sederhana. Penemuan prasejarah tentang kemampuan mengendalikan api telah menaikkan ketersediaan sumber-sumber pangan, sedangkan penciptaan roda telah membantu manusia dalam beperjalanan, dan mengendalikan lingkungan mereka. Perkembangan teknologi terbaru, termasuk di antaranya mesin cetak, telepon, dan Internet, telah memperkecil hambatan fisik terhadap komunikasi dan memungkinkan manusia untuk berinteraksi secara bebas dalam skala global. Tetapi, tidak semua teknologi digunakan untuk tujuan damai; pengembangan senjata penghancur yang semakin hebat telah berlangsung sepanjang sejarah, dari pentungan sampai senjata nuklir.
Teknologi telah memengaruhi masyarakat dan sekelilingnya dalam banyak cara. Di banyak kelompok masyarakat, teknologi telah membantu memperbaiki ekonomi(termasuk ekonomi global masa kini) dan telah memungkinkan bertambahnya kaumsenggang. Banyak proses teknologi menghasilkan produk sampingan yang tidak dikehendaki, yang disebut pencemar, dan menguras sumber daya alam, merugikan, dan merusak Bumi danlingkungannya. Berbagai macam penerapan teknologi telah memengaruhi nilai suatu masyarakat, dan teknologi baru seringkali mencuatkan pertanyaan-pertanyaan etika baru. Sebagai contoh, meluasnya gagasan tentang efisiensi dalam konteks produktivitas manusia, suatu istilah yang pada awalnynya hanya menyangku permesinan, contoh lainnya adalah tantangan norma-norma tradisional.
bahwa keadaan ini membahayakan lingkungan, dan mengucilkan manusia; penyokong paham-paham sepertitranshumanisme dan tekno-progresivisme memandang proses teknologi yang berkelanjutan sebagai hal yang menguntungkan bagi masyarakat, dan kondisi manusia. Tentu saja, paling sedikit hingga saat ini, diyakini bahwa pengembangan teknologi hanya terbatas bagi umat manusia, tetapi kajian-kajian ilmiah terbaru mengisyaratkan bahwaprimata lainnya, dan komunitas lumba-lumba tertentu telah mengembangkan alat-alat sederhana, dan belajar untuk mewariskan pengetahuan mereka kepada keturunan mereka.

-ciri fenomena teknik
Rasionalistas, tindakan spontan oleh teknik diubah menjadi tindakan yang direncanakan dengan perhitungan rasional.

Artifisialitas, selalu membuat sesuatu yang buatan tidak alamiah..

Otomatisme, dalam hal metode, organisasi dan rumusan dilaksanakan secara otomatis. Demikian juga dengan teknik mampu mengeliminasikan kegiatan non teknis menjadi kegiatan teknis.Teknik berkembang pada suatu kebudayaan.

Monisme, semua teknik bersatu, saling berinteraksi dan saling bergantung.

Universalisme, teknik melampaui batas-batas kebudayaan dan ideologi, bahkan dapat menguasai kebudayaan.

Otonomi. teknik berkembang menurut prinsip-prinsip sendiri.


-ciri teknologi barat
Sains dan teknologi tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari, karna tidak dapat di pungkiri, hal sekecil apapun yang ada di sekitar kita merupakan olahan dari sebuah teknologi, mulai dari baju yang kita pakai, air bersih, korek api, piring, gelas, kertas dan banyak lagi yang lainnya.

Sains dan teknologi atau sering disebut dengan IPTEK digunakan sebagai acuan untuk mengeksploitasi, mengolah, memanfaatkan apa yang ada di lingkungan beserta isinya untuk pemenuhan kebutuhan. Sains dan teknologi dapat berkembang melalui kreativitas sehingga terbentuk berbagai macam inovasi dn rekayasa yang memudahkan kebutuhan sehari-hari. Kegunaan sains dan teknologi ataupun hasilnya bagi manusia sangat tergantung pada nilai moral dan norma yang mendasarinya, karna tanpa nilai dan norma pengembangan sains dan teknologi sangatlah berbahaya dan berdampak buruk. Sains itu sendiri secara umum didefinisikan sebagai pengetahuan (knowledge) yang didapatkan dengan cara sistematis tentang struktur dan perilaku dari segala fenomena yang ada di jagad raya dan isinya, baik fenomena alam maupun sosial. Sementara itu, teknologi merupakan aplikasi dari sains sebagai respons atas tuntutan manusia akan kehidupan yang lebihbaik dengan memproduksi, memproses atau membuat sesuatu yang lebih mengembangkan ketrampilan manusia.

Dari perspektif sejarah, seperti digambarkan oleh Toynbee teknologi merupakan salah satu ciri khusus kemuliaan manusia bahwa dirinya tidak hidup dengan makanan semata. Teknologi merupakan cahaya yang menerangi sebagian sisi non material kehidupan manusia. Teknologi, lanjut Toynbee merupakan syarat yang memungkinkan konstituen-konstituen non material kehidupan manusia, yaitu perasaan dan pikiran, ide dan idealnya. Teknologi adalah sebuah manifestasi langsung dari bukti kecerdasan manusia.akan ilmu pengetahuan yang mengacu pada pengamatan atau eksperimen untuk menjelaskan fenomena-fenomena yang terjadi di alam semesta ini yang dapat di buktikan melalui metode-metode ilmiah.

Dalam sains barat agama dan rasio telah dibedakan, perkembangan sains dan teknologi ini ditandai dengan peristiwa pencerahan. Dalam perjalanannya sains barat ditentukan oleh orang Perancis yang pertama kali menjajah Mesir, yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte. Kemudian mulailah para sekutu menjajah bangsa-bangsa Arab seperti Arab Saudi, Yaman, dan lain-lain.

Penjajahan tersebut bukan hanya mengambil hasil bumi dari Negara jajahannya. Akan tetapi, mengambil semua buku-buku yang dibuat oleh para ilmuwan Islam dan menterjemahkannya ke bahasa Latin, kemudian dengan sengaja membuang naskah dalam bahasa Arab.

Namun kemajuan sains barat tidak diiringi dengan moral dan etika yang bersahabat dengan kehidupan sekitar. Sehingga terjadinya kebobrokan moral dari para ilmuwan yang mengembangkan sains dan teknologinya. Sedang bahaya dari sains dan teknologi barat adalah banyaknya eksplorasi yang melampaui batas sehingga membawa dampak buruk bagi keberlangsungan kehidupan. Kesemuanya itu membawa kemanusiaan kepada kondisi yang memprihatinkan. Bahkan para ilmuwan barat telah menjadikan sains dan teknologi melebihi dari agama, moral, dan etika hukum yang beraku. Pada prakteknya sains modern zaman sekarang ini telah banyak menyimpang dari ajaran dan nilai-nilai agama. Karena jika seseorang mempelajari suatu ilmu pengetahuan tanpa didasari dengan nilai dan etika ajaran agama, maka bisa jadi dalam prakteknya terjadi penyimpangan-penyimpangan yang mengkhawatirkan.



Ilmu pengetahuan teknologi dan nilai

Ilmu pengetahuan dan teknologi sering dikaitkan dengan nilai atau moral.TEKNOLOGI DAN NILAI Hal ini besar perhatiannya tatkala dirasakan dampaknya melalui kebijaksanaanpembangunan, yang pada hakikatnya adalah penerapan ilmu pengetahuan danteknologi. Penerapan ilmu pengetahuan khususnya teknologi sering kurangmemperhatikan masalah nilai, moral atau segi-segi manusiawinya.Perdebatan sengit dalam menduduk perkarakan nilai dalam kaitannya dengan ilmuteknologi.



Kemiskinan

Kemiskinan adalah keadaan di mana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan, dll.

-ciri manusia hidup dibawah garis kemiskinan
Pendapatan lebih kecil dari pengeluaran adalah inti dari permasalahan ini.
Ketidakmampuan untuk berusaha karena cacat fisik maupun mental.
Ketiadaan jaminan masa depan (karena tiadanya investasi untuk pendidikan dan keluarga).
Kerentanan terhadap goncangan yang bersifat individual maupun massal.
Ketidakmampuan memenuhi kebutuhan konsumsi dasar (pangan, sandang dan papan).Ketiadaan akses terhadap kebutuhan hidup dasar lainnya (kesehatan,pendidikan, sanitasi, air bersih dan transportasi).
Ketidakterlibatan dalam kegiatan sosial masyarakat.
Ketiadaan  akses  terhadap  lapangan  kerja  dan  mata  pencaharian  yang berkesinambungan.
Ketidakmampuan dan ketidakberuntungan sosial (anak terlantar, wanita korban tindak kekerasan rumah tangga, janda miskin, kelompok marjinal dan terpencil).
Rendahnya kualitas sumberdaya manusia dan keterbatasan sumber alam.

-fungsi kemiskinan
Kemiskinan memperpanjang nilai-guna barang atau jasa. Baju bekas yang tak layak pakai dapat dijual (diinfakkan) kepada orang miskin, termasuk buah-buahhan yang hampir busuk, sayuran yang tidak laku, Semuanya menjadi bermanfaat (atau dimanfaatkan) untuk orang-orang miskin.


Kemiskinan mensubsidi berbagai kegiatan ekonomi yang menguntungkan orang-orang kaya. Pegawai-pegawai kecil, karena dibayar murah, mengurangi biaya produksi dan akibatnya melipatgandakan keuntungan. Petani tidak boleh menaikkan harga beras mereka untuk mensubsidi orang-orang kota.

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan
http://d-scene.blogspot.com/2012/11/ilmu-pengetahuan-teknologi-dan.html